Produsen Makanan dan Perannya di Kegiatan Perekonomian

16 Maret 2023

Produsen Makanan dan Perannya di Kegiatan Perekonomian - Manusia bukanlah robot, untuk tetap hidup dengan layak tanpa kekurangan apa pun, manusia membutuhkan banyak hal. Makanan agar tidak lapar, minuman agar tidak haus, pakaian, dan berbagai macam kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Sayangnya, meski Tuhan telah memilih manusia sebagai ciptaan-Nya yang paling sempurna, namun tetap saja manusia memiliki banyak kekurangan.

Salah satunya adalah manusia merupakan makhluk sosial yang membuatnya tidak bisa hidup sendiri. Kita selalu membutuhkan orang lain untuk memenuhi semua kebutuhan kita, termasuk soal makanan, pakaian, serta kebutuhan lainnya. Orang lain inilah yang akan menyediakan semua kebutuhan kita dan untuk mengganti jasa maupun barang yang sudah disediakan, kita akan membayarnya dengan menggunakan uang.

Dalam istilah ekonomi, seseorang yang menyediakan jasa maupun barnag yang dibutuhkan ini dikenal dengan sebutan produsen. Entah itu produsen langsung atau tidak langsung, keberadaannya sangatlah penting untuk keberlangsungan hidup kita. Salah satu yang memiliki peran penting adalah produsen makanan.

Seperti apakah peran serta tanggung jawab produsen makanan dalam menyediakan kebutuhan makanan dan minuman yang bermanfaat dan aman bagi para konsumennya? Berikut penjelasan lengkapnya seputar produsen makanan.

Pengertian Kegiatan Ekonomi

Sebelum mengenal lebih lanjut tentang produsen makanan, alangkah baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu terkait kegiatan ekonomi dalam bidang industri makanan dan minuman.

Anda pasti setuju bahwa setiap orang memiliki banyak kebutuhan setiap harinya, termasuk halnya kebutuhan ekonomi yang meliputi sandang, pangan, papan, pendidikan, informasi, kesehatan, dan lain sebagainya. Dengan harapan bisa mendapatkan jaminan kepuasan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Secara umum, kegiatan ekonomi adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri, sehingga tidak ada seorang pun dapat membuat semua barang yang dibutuhkannya. Sehingga, orang tersebut selalu membutuhkan orang lain seperti misalnya produsen makanan jika menginginkan suatu makanan. Hal ini akan menimbulkan kerja sama antara satu orang dengan oran lainnya yang bersifat saling melengkapi.

Jenis-Jenis Kegiatan Ekonomi

Apakah Anda penasaran siapa saja para pelaku kegiatan ekonomi selama ini? Setiap orang mulai dari lingkup rumah tangga, masyarakat, perusahaan, koperasi, bahkan negara dapat menjadi pelaku kegiatan ekonomi.

Adapun peran yang dilakukan oleh masing-masing orang bisa bermacam-macam, seperti produsen, distributor, dan konusmen. Maka dari itu, sebenarnya di industri makanan dan minuman, peran dalam kegiatan ekonomi juga tidak jauh-jauh dari produsen makanan, distributor makanan, dan konsumen makanan.

Kegiatan Produksi

Produksi merupakan kegiatan ekonomi yang fokus pada menghasilkan barang atau jasa. Dalam hal ini produksi adalah kegiatan atau upaya yang dilakukan untuk menghasilkan atau bahkan menambah nilai guna barang dan jasa. Tujuan produksi adalah memenuhi kebutuhan masyarakat (konsumen), serta mendapatkan laba atau untung bagi produsen itu sendiri. Dalam hal industri makanan, produksi dilakukan oleh seorang atau sekelompok produsen makanan.

Beberapa contoh kegiatan yang dilakukan produsen makanan dan dapat dijadikan produksi makanan adalah menanam jagung untuk menghasilkan jagung yang siap diperjualbelikan, mengambil ikan di laut untuk menambah guna tempat pengambilan hewan-hewan laut yang ada, membuat makanan fungsional dari suatu pangan dengan modifikasi-modifikasi tertentu, dan lain-lain.

Nantinya, hasil produksi akan terbagi menjadi tiga, yaitu produksi barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi. Sama halnya dengan industri makanan, produsen makanan akan menghasilkan makanan “mentah” atau “setelah jadi” yang perlu diproses lebih lanjut, serta makanan “jadi” yang tinggal dimakan/dikonsumsi oleh konsumen.

Kegiatan Distribusi

Distribusi adalah suatu proses penyaluran barang atau jasa yang telah diproduksi dari produsen kepada konsumen. Pelaku kegiatan distibusi disebut sebagai distributor. Dalam hal makanan, distributor akan menyalurkan atau memasarkan makanan yang telah diproduksi oleh para produsen makanan untuk sampai di tangah konsumen.

Proses ini terbilang sangat penting untuk dilakukan karena dengan inilah produk termasuk halnya produk makanan yang telah diproduksi oleh produsen makanan ini dapat tersebar secara meluas hingga dapat dinikmati oleh para konsumen. Secara umum, kegiatan distribusi adalah aktivitas paling sibuk di antara ketiga jenis kegiatan ekonomi yang ada karena tugasnya yaitu menyalurkan barnag jasa hingga sampai di tangan konsumen. Dari sisi konsumen, barang atau jasa yang telah diproduksi dapat dengan mudah didapatkan dan bermanfaat bagi mereka, serta dari sisi produksi, kelangsungan hidup kegiatan tersebut dapat terjamin.

Distribusi bisa dilakukan secara langsung atau tranpa perantara, semi langsung seperti pedangan perantara, atau tidak langsung seperti grosir, agen, komisier, pedagang kecil, atau makelar yang menjadi perantara. Dalam hal distribusi makanan, biasanya penyaluran makanan dilakukan secara langsung, seperti contoh dari pedagang nasi goreng yang menjual dagangan yang telah diproduksi oleh produsen makanan nasi goreng kepada pembelinya.

Kegiatan Konsumsi

Konsumsi adalah aktivitas di mana seseorang mengonsumsi barang dan/atau jasa dari produsen ataupun distributor demi memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan pelakuknya yang disebut sebagai konsumen.

Tujuan dari kegiatan satu ini adalah untuk menghabiskan nilai guna akan barang atau jasa yang telah diproduksi baik secara bertahap atau sekaligus, memuaskan kebutuhan secara fisik maupun rohani. Dalam hal ini, contoh kegiatan konsumsi ialah membeli sembako yang telah diproduksi oleh produsen makanan sembako, membeli pesanan makanan untuk memuaskan rasa lapar, dan lain sebagainya.

Apa Itu Produsen Makanan?

Kita sudah membahas tentang kegiatan ekonomi di mana produsen, dalam hal ini adalah produsen makanan berada sebagai salah satu bagian di dalamnya.

Berdasarkan UU No.8 tahun 1999 pasal 1 ayat 3 tentang Perlindungan Konsumen, istilah produsen lebih disebut sebagai pelaku usaha. Yaitu setiap orang atau sekelompok yang melakukan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.

Sehingga produsen ini mencakup segala bentuk perusahaan dan segala bidang, baik itu koperasi, BUMN, maupun perusahaan swasta seperti importir, pabrik, dan sebagainya. Pprodusen ini sendiri dapat berasal dari kalangan perseorangan, perusahaan, badan usaha, dan/atau organisasi ekonomi sejenisnya.

Tugas, Fungsi, dan Tanggung Jawab Produsen Makanan

Secara umum, produsen makanan memiliki fungsi yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan pokok pangan dari setiap masyarakatnya. Fungsi utamanya yaitu membuat atau memproduksi makanan dan minuman untuk dikemudian dijual dan dipergunakan dan/atau dikonsumsi oleh konsumen nantinya.

Tetapi, sebenarnya perannya tidak sesederhana itu, karena selain berperan dalam proses produksi, produsen ini juga berperan dalam menyerap tenaga kerja yang mampu memproduksi makanan secara berkualitas.

Peran Produsen Makanan

Salah satu peran adanya produsen dalam sektor ekonomi ialah untuk memproduksi barang atau jasa. Namun, sebenarnya terdapat peran lain dari produsen makanan. Yaitu :

  • Membuat atau Mengubah serta Meningkatkan Nilai Guna sebuah Produk

Agar bahan atau barang bisa digunakan, perlu proses pembuatan atau pengubahan nilai guna. Contohnya produsen makanan berupa pabrik tahu yang memproduksi kacang kedelai menjadi tahu.

  • Memberi Pelayanan sebaik Mungkin kepada Masyarakat

Pelayanan ini bisa diperjual belikan atau secara sukarela diberikan kepada masyarakat.

  • Memenuhi Kebutuhan Konsumen atau Masyarakat

Konsumen memerlukan produsen agar kebutuhan mereka akan pangan bisa terpenuhi. Namun, produsen juga memerlukan konsumen untuk mendapat penghasilan sebagai modal proses produksi.

  • Meningkatkan Taraf Kehidupan Masyarakat dan Penghasilan Negara

Masyarakat yang berperan menjadi produsen makanan dapat meningkatkan taraf hidupnya dengan mendapatkan penghasilan produksi. Negara juga mendapat kenaikan pendapatan yang dihasilkan dari pembayaran pajak produsen serta hasil ekspor produk.

  • Mendapatkan Keuntungan atau Laba Semaksimal Mungkin

Produsen makanan membutuhkan penghasilan untuk melakukan proses produksinya. Selain itu, memperoleh laba atau keuntungan semaksimal mungkin menjadi tujuan dasar seorang produsen.

Bentuk Produsen Makanan

Proses produksi bisa dilakukan oleh perseorangan ataupun oleh badan usaha. Produsen makanan dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

Produsen Perseorangan

Aktivitas produksi dijalankan oleh individu atau perseorangan. Walau dilakukan perseorangan, tetapi dalam proses produksinya tetap membutuhkan kerja. Biasanya aktivitas produksi ini masih dalam skala kecil.

Produsen Badan Usaha

Aktivitas produksi ini dijalankan oleh badan usaha, baik miliki swasta maupun pemerintah. Hasil produksinya memiliki jangkauan yang lebih luas dibanding produsen perseorangan.

Itu dia beberapa penjelasan lengkap mengenai produsen makanan khususnya peran pentingnya dalam menjalankan kegiatan perekonomian di Indonesia. Jika Anda adalah salah satu produsen makanan, maka untuk mempermudah Anda dalam menjalani kegiatan operasional bisnis sudah saatnya Anda mempertimbangkan penggunaan software toko seperti IPOS.

IPOS akan mendigitalisasikan seluruh operasional bisnis produksi makanan Anda. Mulai dari pencatatan dan laporan keuangan yang bisa didapatkan otomatis. Selain itu, dengan berbagai fitur-fitur keren yang dimiliki IPOS, Anda bisa melakukan transaksi jual beli, pengelolaan persediaan, dan stok opname. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus dalam mengerjakan hal-hal lain dan mengembangkan bisnis.

Penasaran apa lagi yang bisa IPOS lakukan untuk bisnis Anda? Coba gratis IPOS di sini sekarang juga.



Baca juga

29 Maret 2023
Prospek Kerja Manajemen yang Sangat Dibutuhkan, Apa Saja?
Secara umum, prospek kerja manajemen memang sangatlah luas dan menjanjikan. Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak sekali orang yang sangat tertarik untuk menggeluti pekerjaan di bidang manajemen perusahaan atau organisasi. Apabila Anda tertarik untuk bekerja di bidang manajemen, Anda tentu harus memahami seluk beluk manajemen secara lengkap. Maka dari itu, mari kita simak bersama rangkuman mengenai seluk beluk manajemen di bawah ini.

28 Maret 2023
Jenis Modal Usaha Ini Dibutuhkan Untuk Membuka Suatu Bisnis
Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentu penting untuk mempersiapkan modal sebagai langkah awal. Terdapat macam-macam modal yang dapat digunakan oleh para pelaku usaha. Sselain sebagai persiapan di awal, modal juga memiliki peran penting dalam mengembangkan bisnis. Sebelum memulai pengelolaan sebuah bisnis, penting untuk mengetahui lebih dalam mengenai modal dan jenis-jenisnya. Berikut ini penjelasan lebih lanjut seputar jenis modal usaha yang akan Anda butuhkan.

27 Maret 2023
Bisnis dengan Anggaran Ketat? Intip 5 Tips Mengembangkannya!
Memiliki modal untuk menjalankan bisnis memang merupakan sesuatu yang bagus dan dapat membuat perekonomian bisnis kita berjalan baik. Tetapi jika anggaran yang dimiliki termasuk anggaran yang ketat sekali, apalagi masih banyak hal-hal yang harus diutamakan. Untuk bertahan dalam bisnis, Anda perlu mengetahui cara menyusun anggaran, memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia, dan tidak kehabisan uang kas saat mengembangkan bisnis Anda. Nah, intip 5 tips jitu mengembangkan bisnis dengan anggaran ketat di bawah ini, ya!

24 Maret 2023
Surat Permohonan Pembayaran, 7 Contoh Ini Bisa Jadi Referensi
Selama menjalani bisnis, Anda pasti sering menghadapi pelanggan yang telat membayar. Untuk mengatasi ini, Anda dapat mengirimkan surat permohonan pembayaran sebagai pengingat. Surat permohonan pembayaran adalah surat resmi yang ditulis pada saat seseorang belum menerima pembayaran dari seseorang/organisasi. Misalnya, seorang karyawan yang belum menerima pembayaran gajinya pada bulan tertentu berhak mengirimkan contoh surat permohonan pembayaran gaji kepada pihak manajemen perusahaan. Atau misal ada pelanggan yang belum memenuhi kewajibannya untuk membayar DP rumah padahal sudah mendekati jatuh tempo.

23 Maret 2023
Strategi Selama Bulan Ramadan, Dijamin Penjualan Naik!
Bulan Ramadan menjadi bulan yang sangat dinantikan oleh hampir semua orang. Di saat seperti ini banyak perusahaan yang mulai merencanakan strategi yang berbeda dalam menjalankan usaha di bulan Ramadan. Karena di bulan ini, perilaku konsumsi masyarakat akan cenderung meningkat. Sifat konsumerisme masyarakat muncul dalam hal pembelian makanan, pakaian, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan omzet dan laba mereka.