Anglo Saxon : Istilah Akuntansi yang Berkembang di Amerika

1 Desember 2022

Anglo Saxon : Istilah Akuntansi yang Berkembang di Amerika - Akuntansi merupakan ilmu yang penting untuk dipelajari karena akan membantu pencatatan keuangan dengan lebih baik. Perkembangan ilmu akuntansi tidak lepas dari sejarah awal kemunculannya hingga dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Sistem pengelolaan keuangan menggunakan sistem akuntansi lebih mudah dilakukan karena sudah ada sistematika dalam penyusunannya. Sistem akuntansi yang saat ini berkembang di Amerika Serikat dikenal dengan sistem Anglo Saxon. Istilah tersebut digunakan dengan seiring berkembangnya dunia bisnis dan akuntansi yang digunakan oleh para pebisnis.

Namun, apa itu sebenarnya Anglo Saxon? Berikut ini penjelasan mengenai Anglo Saxon, sistem akuntansi yang berkembang di Amerika Serikat.

Pengertian

Sebagian dari Anda mungkin masih asing dengan istilah satu ini. Berdasarkan laman Wikipedia, Anglo Saxon adalah berbagai negara maritime kepulauan yang berada di benua Eropa. Selain itu, Anglo Saxon juga adalah berbagai negara yang termasuk ke dalam Inggris Raya dan negara lainnya yang berada di kepulauan Inggris.

Anglo Saxon pun merupakan berbagai negara yang memiliki budaya khusus dan berbeda dengan sejarah budaya lainnya di berbagai negara daratan lainnya yang dikenal dengan Kontinental. Negara Irlandia, Inggris, Australia, dan Amerika Serikat adalah berbagai negara yang termasuk ke dalam istilah ini.

Sejarah Singkat Akuntansi

Pada awalnya, sistem akuntansi dan sistem pembukuan perdagangan dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Yakni dicatat pada kulit kayu, batu, dan lain sebagainya. Catatan akuntansi paling tua yang saat ini masih tersimpan berasal dari Babilonia, tepatnya 3600 tahun sebelum masehi. Penemuan yang sama juga ditemukan di Mesir dan Yunani  Kuno.

Namun, pencatatan tersebut belum dilakukan dengan cara yang sistematis dan kerap kali tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap kemudian dikembangkan di Italia setelah dikenalnya berbagai angka desimal arab dan semakin berkembang pada dunia bisnis pada kala itu.

Perkembangan ilmu akuntansi pun terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan atau sistem double entry oleh para pedagang dari Venesia. Di mana kota Venesia adalah kota perdagangan yang sangat terkenal di Italia pada masa itu.

Maka di tahun 1494 pun diterbitkan suatu buku terkait pelajaran pembukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang ahli agama dan juga ahli matematika bernama Luca Pacioli. Buku itu berjudul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang mana di dalamnya berisi tentang pembelajaran ilmu pasti.

Di dalam buku tersebut terdapat beberapa lembar halaman yang berisi tentang pelajaran pembukuan untuk setiap pebisnis. Halaman yang berisi pembelajaran pembukuan tersebut memiliki judul Tractatus de Computis et Scriptorio. Kemudian, buku tersebut tersebar di daratan Eropa Barat dan dikembangkan oleh para pengarang selanjutnya. Sistem pembukuan tersebut pun mengalami perkembangan dengan sistem yang menyebut asal dari negaranya masing-masing. Seperti sistem Inggris, Belanda dan juga sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata pembukuan di negara tersebut dikenal dengan sistem kontinental, sedangkan sistem pembukuan di Inggris dan Amerika Serikat dikenal dengan sistem Anglo Saxon.

Perkembangan sistem kontinental menuju Anglo Saxon di abad pertengahan terjadi pada pusat perdagangan Eropa Barat. Kala itu di Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat perdagangan di masa revolusi industri. Pada masa itu juga terjadi perkembangan akuntansi dengan sangat pesat.

Perkembangan Akuntansi Kontinental dan Akuntansi Anglo Saxon

Di zaman kolonial Belanda, berbagai perusahaan di Indonesia kala itu lebih mengenal penggunaan tata buku. Akuntansi berbeda dengan tata buku, walaupun memang pada dasarnya berasal dari sistem double entry. Ruang lingkup akuntansi sangatlah luas, salah satunya adalah teknik pembukuan. Setelah melewati tahun 1960, akuntansi yang dikenal dengan Anglo Saxon pun mulai diperkenalkan di Indonesia. Sehingga, sistem pembukuan yang digunakan di Indonesia pun mengalami perubahan, dari sistem Eropa yaitu Kontinental menjadi sistem Amerika atau Anglo Saxon.

Di negara Inggris sendiri, menerapkan pendekatan konservatif yang berbeda dari kebanyakan negara Anglo Saxon lainnya. Di mana terdapat selisih penilaian kembali apda aktiva tetap, seperti tanah dan bangunan untuk bisa menilai pasar. Persediaan biaya pun ditentukan dengan menggunakan metode FIFO untuk kebutuhan pajak. Sedangan metode LIFO tidak diperkenankan.

Untuk bisa melakukan identifikasi pada perbedaan perhitungan antar bangsa Eropa Barat, maka seorang ahli bernama Nobes membuat klasifikasi yang berkaitan dengan harmonisasi akuntansi dalam masyarakat Eropa dan proses perkembangan yang signifikan dengan daerah pemeriksa pertama, yang mana memiliki dampak besar pada perkembangan dunia akuntansi.

Dirinya melakukan identifikasi pada beberapa bidang, seperti format akun, publikasi dan audit, konservatisme dalam menyediakan informasi akuntansi, informasi wajar yang bisa dipublikasikan, dasar penilaian, praktik konsolidasi, dan berbagai hal lainnya sebagai latar belakang akuntansi yang berbeda, sehingga akan berdampak pada perkembangan akuntansi di berbagai negara. Di awal tahun1930-an, di sebagian besar negara di benua Eropa, konsolidasi adalah perkembangan baru yang berasal dari berbagai negara yang paling banyak diadopsi direktif ketujuh di tahun 1985.

Nobes pun melakukan identifikasi perbedaan utama antar berbagai negara Eropa menjadi dua kelompok klasifikasi. Normalisasi laporan keuangan tahunan yang pantas untuk negara-negara penganut Anglo Saxon ini terdiri dari isi laporan keuangan, berbagai unsur deskriptif, isi dari berbagai sel, peraturan standar, dan prosedur akuntansi, serta penyajian laporan keuangan.

Perlakuan Sistem Akuntansi Kontinental Anglo Saxon

Pada awalnya, sistem akuntansi di Indonesia menganut sistem kontinental, seperti yang pada saat itu dilakukan oleh Belanda.

Sistem tersebut juga sebenarnya berbeda dengan sistem akuntansi, yang mana tata buku atau pengelolaan pencatatannya berkaitan dengan berbagai kegiatan yang lebih bersifat konstruktif, seperti pencatatan, peringkasan, penggolongan dan berbagai kegiatan lainnya agar bisa menciptakan sistem informasi akuntansi yang berdasarkan pada data.

Sedangkan akuntansi sendiri berkaitan dengan berbagai kegiatan yang bersifat konstruktif dan analitikal, seperti kegiatan analisis dan interpretasi dengan berdasarkan informasi akuntansi. Sehingga, bisa ditarik kesimpulan bahwa pembukuan adalah salah satu bagian dari kegiatan akuntansi. Untuk kegiatan tata buku sendiri sudah mulai ditinggalkan oleh para pebisnis. Berbagai individu dan perusahaan semakin banyak yang menggunakan sistem akuntansi Anglo Saxon.

Perkembangan sistem Anglo Saxon di Indonesia terjadi karena adanya investasi asing yang memberikan dampak positif pada perkembangan akuntansi di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar investasi asing menggunakan sistem akuntansi Amerika Serikat, yakni Anglo Saxon. Faktor lainnya adalah karena para investor asing yang berperan dalam kegiatan perkembangan akuntansi di Indonesia tersebut telah menyelesaikan pendidikannya di Amerika, sehingga mereka menerapkan ilmu akuntansi tersebut di Indonesia.

Demikianlah penjelasan sederhana tentang sistem akuntansi Anglo Saxon. Namun, bila Anda kesulitan atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan kegiatan akuntansi perusahaan, maka Anda bisa mempercayakannya pada IPOS.

IPOS akan mencatat kegiatan transaksi Anda secara otomatis dan akan menyajikan laporan keuangan yang siap digunakan. Selain itu, di dalamnya juga telah disediakan berbagai fitur bisnis luar biasa yang akan memudahkan Anda dalam melakukan kegiatan jual beli, mengelola persediaan barang di gudang, dan masih banyak lagi. Sehingga, Anda bisa lebih mudah dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.

Coba gratis IPOS di sini.



Baca juga

3 Februari 2023
Komunikasi Bisnis ternyata Penting, Ini Dia Manfaatnya!
Komunikasi bisnis yang jelas dan efektif sangat penting bagi karyawan, manajer maupun pimpinan untuk melakukan pekerjaan dan memenuhi tanggung jawab. Tanpa proses dan alat yang tepat, berbagai masalah serius bagi bisnis mulai dari karyawan, pelanggan yang tidak puas bahkan laba yang perlahan menghilang. Lalu bagaimana komunikasi bisnis dapat membantu Anda?

2 Februari 2023
Perencanaan SDM yang Baik dan Tepat, Ini Dia Prosesnya!
Sebuah perusahaan tidak akan terlepas dari urusan perencanaan SDM karena hal tersebut memiliki manfaat untuk memberdayakan pegawai/karyawan secara efektif. Secara umum, SDM adalah mereka yang memiliki keterampilan tertentu yang bisa bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. SDM merupakan salah satu dari tiga elemen penting lain untuk mencapai tujuan perusahaan, selain modal dan teknologi. Karena SDM sangat penting untuk perusahaan, maka kehadiran perencanaan SDM menjadi suatu hal yang penting. Sehingga tanpa adanya perencanaan sumber daya manusia yang baik, sebuah perusahaan atau organisasi tidak akan bisa bertahan, berkembang, bahkan maju di masa depan.

1 Februari 2023
Kesalahan Riset Pemasaran yang Perlu Dihindari
Riset pemasaran adalah proses menentukan kelayakan produk atau layanan baru melalui penelitian yang dilakukan secara langsung kepada pelanggan potensial. Tahapan ini memungkinkan perusahaan untuk menemukan target pasar dan mendapatkan feedback langsung dari konsumen tentang minat mereka pada produk atau layanan bisnis Anda. Riset pemasaran juga akan memberikan informasi berharga yang dapat membantu bisnis dalam membuat bisnis plan dan strategi bisnis. Secara umum, proses ini dilakukan dengan mengumpulkan data menggunakan dua metode yaitu metode primer dan sekunder. Penelitian dengan metode primer dilakukan dengan mengumpulkan informasi langsung dari target audiens, pelanggan, atau pelanggan potensial melalui wawancara, kuesioner, survei, dan focus group. Sedangkan untuk metode sekunder, penelitian bergantung pada sumber informasi yang ada, seperti laporan dan studi yang sudah diterbitkan oleh industri bisnis tertentu. Kedua metode ini sering digabungkan untuk mendapatkan hasil riset yang lebih akurat.

31 Januari 2023
Riset Pemasaran : Definisi, Metode, dan Langkah Penyusunan
Untuk memasarkan sebuah produk, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu target pasar dari produk. Anda dapat mengetahui suatu produk diterima atau tidak di pasar dengan melakukan riset pemasaran. Dengan melakukan proses ini, akan diketahui produk atau jasa yang ditawarkan, di mana produk atau jasa tersebut dibutuhkan, dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan para konsumen. Selain itu, bisa juga untuk mengetahui seberapa besar permintaan dan potensi permintaan, kapan permintaan tersebut memuncak dan kapan permintaan tersebut menurun.

26 Januari 2023
Biaya Langsung dan Tidak Langsung dalam Akuntansi, Apa Itu?
Pernahkah Anda menghitung berapa biaya listrik yang digunakan untuk masing-masing alat elektronik yang digunakan di rumah Anda? Misalnya televisi, lampu, mesin cuci, setrika, dan alat elektronik lain yang menggunakan daya dari listrik. Anda mungkin dapat menghitung secara rumus matematika atau fisika dengan cara melihat berapa watt alat tersebut, berapa lama pemakaiannya kemudian dikalikan dengan tariff daya dari tagihan listrik Anda. Namun hitungan tersebut hanyalah perkiraan, karena tidak mungkin Anda mencatat semua itu dari setiap alat elektronik. Pertanyaan sederhana di atas adalah salah satu contoh kenapa biaya tidak langsung itu ada. Bagi kehidupan rumah tangga ini tidaklah penting akan tetapi bagi Anda yang menjalankan usaha hal ini menjadi sangatlah penting. Maka dari itu, mari kita bahas perbedaan antara biaya langsung dan biaya tidak langsung.